Dapat Donasi Buku dan Alat Tulis serta Donasi Buku Ke Paumako

Rutinitas Sabtu Gembira di Rumah Baca Alam Riang terus berlanjut, di Bulan Desember Kami Menerima Donasi alat tulis dari PT Chakra Jawara dan Donasi buku dari Juventus Fans Club Timika.

Sebelumnya kami meliburkan aktifitas dalam rangka persiapan ujian semester. Usai semester anggota RB Alam Riang kembali mengikuti kegiatan. Tak ada materi yang diberikan, kami hanya mengambil data anak-anak untuk dibuatkan kartu anggota. Usai mengisi biodata, kami memberikan permainan Sudoku.

Dipandu oleh Saya dan Kak Dony, anak-anak duduk berkelompok bermain Sudoku. Bukan hanya  bermain sebelumnya kami memberikan sedikit tentang asal mula permainan SUDOKU, tentunya dengan mengandalkan Tete Google.

Sudoku juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure, adalah sejenis teka-teki logika. Tujuannya adalah untuk mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring 9×9 yang terdiri dari 9 kotak 3×3 tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak. Pertama kali diterbitkan di sebuah surat kabar Perancis pada 1895 dan mungkin dipengaruhi oleh matematikawan Swiss Leonhard Euler, yang membuat terkenal Latin square.

Versi modern permainan ini dimulai di Indianapolis pada 1979. Kemudian menjadi terkenal kembali di Jepang pada 1986, ketika penerbit Nikoli menemukan teka-teki ini yang diciptakan Howard Garns.

Nama “Sudoku” adalah singkatan bahasa Jepang dari “Suuji wa dokushin ni kagiru” artinya “angka-angkanya harus tetap tunggal”.

Dari empat kelompok, dua kelompok dapat menyelesaikan permain Sudoku 4×4 dan 6×6.

Site Manager PT Chakra Jawara memberikan sambutan.

Site Manager PT Chakra Jawara memberikan sambutan.

Sabtu berikutnya (14/12) RB BUP Alam Riang menerima bantuan buku dan alat tulis dari PT Chakra Jawara, Sebuah perusahaan yang bergerak di transportasi dan masih satu grup dengan PT Trakindo. Bantuan tersebut terdiri dari : 100 pak buku tulis (1000 buah), Pensil 100, pensil warna 100, meja belajar 40, globe 2, peta, buku gambar 100, penghapus 100, dan berbagai poster tentang transportasi, hewan, gambar pahlawan, perkalian, penjumlahan, pengurangan.

Bantuan langsung diserahkan oleh Site Manager PT Chakra Jawara Hans Sinaga didampingi beberapa staf dan tentunya Kak Dony yang telah berupaya menyerahkan proposal bantuan dan kemudian dikabulkan. Terima kasih Kak Dony, anak-anak sangat senang.

Dalam sambutanya Hans berpesan kepada anak-anak harus rajin belajar dan bantuan yang diberikan dapat membantu mereka. “Adik-adik harus rajin belajar, kalau adik-adik pintar dan jadi insinyur lalu kerja nanti uangnya jadi banyak,”kata Hans seraya memegang dompetnya, kemudian disambut tawa anak-anak.

Selain itu Hans juga mengapresiasi para volunteer BUPTIMIKA. “Kami mengapresiasi Bapak dan Ibu yang dapat meluangkan waktu untuk membuat kegiatan sosial seperti ini disela-sela kesibukan sehari-hari.” Kata Hans.

PT Chakra Jawara mempunyai komitmen untuk Pengembangan pendidikan di Kabupaten Mimika, ini menjadi bagian dari tanggungjawab sosial bagi Masyarakat sekitar.

Usai sambutan, secara simbolis bantuan diserahkan oleh perwakilan PT Chakra Jawara yang diterima oleh Kak Anthy Salam. BUPTimika juga mendapatkan donasi buku dari Juventus Fans Club Timika.

Sabtu berikutnya, kami membagikan buku kepada anak-anak anggota RB BUP Alam Riang dan mengambil data bagi anak-anak yang belum terdaftar dan sebagai penutup kegiatan sabtu itu, permainan Sudoku 6×6 dan 9×9.

Bapak Marianus Maknaipeku menerima bantuan buku dan alat tulis dari BUPTimika.

Bapak Marianus Maknaipeku menerima bantuan buku dan alat tulis dari BUPTimika.

Minggu (22/12), tim BUPTimika, Kak Adjie, Dony, Edwin, Anthy, Gia, Via, Kiki, Vonny dan Saya serta tiga orang teman baru Kak Sinari, Vincent  dan Rudi pergi ke Paumako untuk menyerahkan bantuan alat tulis yang diberikan PT Chakra Jawara kepada anak-anak di Paumako. Bantuan diterima langsung oleh Tokoh Masyarakat Kamoro, Marianus Maknaipeku. Bapak Marianus setiap hari Minggu di rumahnya  memberikan kegiatan pendidikan bagi anak-anak di Paumako.

Sayangnya ketika kami datang banyak keluarga yang kembai ke kampung untuk merayakan Natal sehingga kami hanya bertemu Bapak Marianus. BUPTimika berencana minggu ketiga atau keempat bulan Januari 2014 akan memulai kegiatan pemberantasan buta aksara di Paumako.

Usai donasi buku dan alat tulis lainnya, Kami melanjutkan kegiatan dengan bakar-bakar eh goreng-goreng ikan di pinggir jalan dekat jembatan 1 Paumako.

Beberapa teman berkomentar di grup whatsaap BUPTimika. Kegiatan Donasi hanya lima menit tapi gatheringnya yang lama, hehehe.

Lalu BUPTimika Libur Natal dan Tahun Baru.

Tetap Semangat!

Sabtu gembira yang semakin gembira!

Hai Sobat! Berbulan-bulan blog ini tak di update. Semoga sobat sehat selalu serta diberkati Tuhan.

Kali ini saya akan bercerita tentang aktifitas rumah baca yang kami kelola. Hari berganti hari, bulan berganti bulan tak terasa hampir empat bulan Rumah Baca BUP Alam Riang berdiri. Anggota rumah baca terus bertambah dan para volunteer pun makin banyak. Kegiatan di Sabtu sore kami beri nama SABTU GEMBIRA.

Materi yang diberikan pun semakin variatif, kebanyak anak-anak yang hadir berasal dari luar Mimika (pendatang). Dari sekitar 40-an anak hanya dua orang yang tahu suku-suku asli di Mimika, mereka adalah kedua anak saya. Di Sekolah Kristen Kalam Kudus ada pelajaran Intro Papua yang khusus mempelajari Papua dan budayanya.

Tak banyak yang mengenal Kabupaten Mimika meskipun ada yang labeti (lahir besar timika). Oleh karena itu, untuk menambah wawasan dan pengetahuan, saya memberikan materi muatan lokal Kabupaten Mimika.

Suku Asli di Mimika yaitu Amungme dan Kamoro. Suku Amungme mendiami daerah pengunungan sementara Suku Kamoro di daerah pesisir. Selain kedua suku itu, ada lima suku lainnya yang disebut suku kekerabatan yaitu, Dani, Damal, Moni, Mee dan Nduga.

Mengapa mereka disebut suku kekerabatan, karena kelima suku ini hidup dan berasal dari kabupaten lain. Sementara Amungme dan Kamoro hanya ada di Mimika (jika ada di daerah lain karena merantau atau kawin campur).

Antusiasme anak-anak membuat saya dan istri bersemangat memberikan materi. Tak hanya mengenal suku-suku asli di Mimika, Sabtu sebelumnya mereka mendengarkan dongeng cerita rakyat Suku Kamoro. Selain itu mengenal sekilas tentang Suku Kamoro serta adat istiadatnya. Tak banyak memang materi yang kami berikan akan tetapi setidaknya mereka tahu budaya suku asli Mimika.

Anak-anak antusias menyimak selama materi dan saat menjawab pertanyaan mereka didampingi oleh para volunteer. Meraka adalah volunteer baru, Kak Dony, Kak Anthy, Kak Erlin dan Kak Adjie. Ketiga volunteer lainnya sedang cuti, Kak Via, Gia dan Puti sementara Kak Greece dan Kak Irma berhalangan hadir.

Dari lima pertanyaan yang kami berikan mereka dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan benar.

Sabtu berlalu dan bertemu sabtu berikutnya, anak-anak semakin banyak saja kurang lebih ada 60an anak. Ketika saya dinas luar kota dan volunteer lain berhalangan hadir, istri saya (@vonnyrm9) memberikan materi Global Warming kemudian dilanjutkan dengan foto untuk pembuatan kartu anggota rumah baca.

Satu minggu kemudian materi yang kami berikan tentang KORUPSI. Berpedoman buku saku dari KPK, saya memberikan materi tentang korupsi, sementara istri saya menjaga ketiga anak kami yang masih Balita :) dan menertibkan anak-anak sesekali saya berdiskusi tentang materi yang disampaikan.

Hampir semua anak pernah mendengar kata korupsi akan tetapi tak tahu apa yang dimaksud dengan korupsi. Mengapa kami memilih materi mungkin agak  berat bagi anak-anak. Karena menurut kami pengetahuan ini penting agar ketika mereka dewasa nanti, mereka tahu betapa buruknya menjadi seorang koruptor dan efeknya yang menyengsarakan rakyat.

Ketika ditanya mengapa koruptor selalu tersenyum ketika ditangkap, anak-anak tak dapat menjawab dan kami pun memberikan penjelasan yang singkat namun dapat dipahami oleh anak-anak. Penjelasannya : Karena hukum di Indonesia tidak tegas dan bisa dibeli. Jika saja para koruptor digantung seperti di Cina maka dipastikan mereka tak akan tersenyum. 

Usai mendengarkan materi tentang korupsi, anak-anak dibagi empat kelompok dan memainkan sebuah permainan sambung kata. Permainan yang sederhana namun seru membuat anak-anak berteriak-teriak. Kak Anthy, Kak Adjie dan Kak Erlin memandu anak-anak bermain. Pemenang permainan mendapatkan souvenir pena dan gantungan kunci berlogo LPMAK :) (sisa-sisa expo).

Tugas juga kami berikan yaitu mewarnai buku cerita rakyat kamoro sumbangan dari Biro Pendidikan LPMAK.

Bagi kami apa yang telah kami buat masih belum seberapa akan tetapi kami akan terus bergerak untuk membuat sebuah perubahan kecil namun bermanfaat bagi banyak orang.

Tetap semangat!