Resolusi Konflik

Dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di kantor, konflik selalu saja ada dan konflik merupakan bagian dari hidup kita. Konflik yang tidak terselesaikan tentunya akan berdampak yang tidak baik.

Di Indonesia ada banyak konflik baik antar suku atau agama sekalipun. Bagaimana dalam mengatasi konflik?? terlebih dahulu akan dijelaskan apakah konflik itu?

Konflik adalah sebuah ketidaksepahaman antara dua orang/pihak yang menganggu produktifitas efesiensi dan hasil kerja. Itu jika diartikan dalam lingkup pekerjaan tapi dalam pergaulan sehari-hari, konflik adalah sebuah ketidaksepahaman antara dua orang/pihak yang menganggu kehidupan sehari-hari.


Sedangkan Resolusi Konflik adalah sebuah proses untuk mencapai solusi sebuah konflik. Sebelum membahas lebih dalam lagi resolusi konflik, kita ketahui dulu penyebab, gejala-gejala dan tipe konflik.

Penyebab konflik antara lain
* Kurangnya sumber daya : dana, alat, orang
* Sikap berbeda, ketidaksetujuan, komunikasi buruk, lemahnya teamwork (kepercayaan)
* Struktur organisasi yang tidak cukup dan kurang jelasnya peran.
Sedangkan gejala-gejala konflik antara lain:
* Ada sesuatu yang tidak beres: merasa gelisah, frustasi, terhina, tersakiti hati. sedih, murah dan tidak setuju.
* Tidak saling bicara
Sengaja merusak/menjatuhkan dan tidak kooperatif
* Berkontradiksi, berkata-kata tidak baik
* Debat, polemik, kelompok-kelompok
* Ancaman dan tindakan merusak.

Tipe konflik:
* Konflik Intrapersonal : Biasanya mengarah ke psikolog
* Konflik interpersonal : Dalam kelompok kerja
* Konflik kelompok: antara kelompok/crew
* Konflik organisasi: mogok oleh buruh
* Konflik komunitas : Perang SARA
* Konflik intranasional: Perang sipil, kampanye pemilu
* Konflik inernasional: Perang dunia

Setelah mengetahui arti dari konflik, penyebab, gejala-gejala serta tipe konflik, bagaimana respon kita terhadap konflik. Jika respon kita terbuka dan pasif maka yang ditimbulkan: menyangka/mengomel, mendebat, mogok, demonstrasi, mengancam dan memberontak. Tapi kalaurespon kita terbuka dan aktif maka yang ditimbulkan: protes, mendebat, berkelahi, tidak setuju, menghina, memberontak, mengancam dan menyatakan perang.

Memang perbedaanya hanya sedikit dari kedua respon tersebut, respon yang terbuka dan pasif reaksinya tidak langsung akan disimpan dahulu baru bereaksi. Tetapi respon terbuka dan aktif, reaksinya secara spontan, orang-orang yang seperti ini disebut agresif.

Pendekatan dalam menangani konflik yaitu:
Jika pendekatan terhadap diri sendiri rendah dan pendekatan orang lain juga rendah maka akan menghindari konflik dan hasilnya konflik itu tidak dapat diselesaikan atau terpecahkan. Keduanya kalah-kalah (lose-lose).

Jika pendekatan diri sendiri tinggi dan orang lain rendah (konfrontasi) sama dengan jika pendekatan orang lain tinggi dan diri sendiri rendah (akomodasi), masalahnya terpecahkan hanya satu pihak (salahsatu dirugikan) berarti menang-kalah (win-lose) dan kalah-menang (lose-win).

Sedangkan jika pendekatan diri sendiri sedang dan pendekatan orang lain juga sedang maka terjadi kompromi, masalah terpecahkan hanya sebagian bagi kedua pihak.

Pendekatan yang paling baik dalam memecahkan konflik adalah KOLABORASI, masalah terpecahkan secara penuh kedua pihak tidak ada yang dirugikan.

Model konflik resolusi : PURE
1. Preparation (persiapan) dengan cara:
* Menceritakan diri anda dengan benar dan jujur
* Memahami pihak lain

2. Understanding (pemahaman)
* Mendengarkan certita mereka (orang lain)
-Dapatkah anda membantu saya memahami keprihatinan saya terhadap anda?
-Penghormatan merupakan bekal untuk didengar
* Menceritaka cerita diri sendiri
-Ceritakan apa yang menganggu anda, gunakan pesan “saya”
-Ekspresi pesan anda tanpa menyerang atau menyalahkan.

3. Resolution
* Menemukan solusi
-Bagaimana kita dapat memecahkan masalah
-Mencari pendapat dan pecahkan masalah
* Menyetujui solusi
-Mana yang sesuai dengan kita, anda dan saya?
-Apakah sudah win-win (kedua belah pihak sama-sama puas, tidak ada yang dirugikan maupun diuntungkan).

4. Ending (penyelesaian)
* Menyetujui tindak lanjut
-Apakah anda yakin dapat kita lakukan?
-Tulis dan tindaklanjuti
*Jabat tangan
-Terimakasih dan mohon maaf.

Prinsip-prinsip dasar dalam resolusi konflik:
Fokus pada situasi, isu, tingkah laku (bukan pada orang). Jaga kepercayaan diri dan hargai orang lain. Jaga hubungan yang konstruktif. Berinisiatif untuk membuat sesuatu lebih baik. Pimpin dengan memberi contoh dan berpikir kedepan.

Prinsip dasar diatas dilakukan dalam mencari resolusi konflik, namun ada prinsip dasar yang lain yaitu: Berpikir sebelum berreaksi, mendengarkan dengan aktif, jamin proses adil, bidik masalah, terima tanggungjawab, gunakan komunikasi langsung, pahami kepentingan, fokus masa depan dan pilih yang saling menguntungkan.

Dalam sebuah konflik jika tidak dapat diselesaikan akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan apalagi konflik tersebut sudah dalam skala yang besar seperti perang suku, kerusuhan antar SARA. Kerugian yang ditimbulkan hilangnya nyawa dan materi atau secara psikologis.

Biaya (dampak) konflik
* Biaya langsung: biaya lawyers dan yang lai
* Biaya produktifitas : kerugian waktu, kesempatan
* Biaya kontiyutas : hilangnya hubungan yang telah terwujud
* Biaya emosional : fokus terganggu.

Didalam sebuah konflik ada pelajaran yang bisa diambil antara lain, intropesi, belajar dari pengalaman, menciptakan hubungan yang lebih baik dan menciptakan hasil yang lebih baik.

Segitu aja mengenai resolusi konflik, materi didapat saat mengikuti pelatihan yang di fasilitasi oleh Ouality Management Services (QMS) PTFI.

About these ads

16 thoughts on “Resolusi Konflik

  1. Emilia F. pereira

    thanks, artikelnya bagus, kita mau konfirmasi mungkin ada scholarship untuk peace building?

    dari Timor Leste

    Balas
  2. jeffry

    Terima kasih banyak yang kakak…
    Saya sangat terbantu dalam mengerjakan tugas kuliah…

    salam…

    NB: Jangan tanya apa yang sudah kita terima, namun tanyalah apa yang sudah kita berikan. Saya rasa ini cocok untuk mengungkapkan semua..

    Balas
  3. gusti

    mudah2an anda bisa membantu mencari solusi yg tepat untuk konflik di Maluku Utara. Memang skr sptnya Malut sudah dalam keadaan kondusif namun sebenarnya ada api dalam sekam dan bahaya yang bersifat laten. saya mengundang tmn2 yg peduli thd masalah kami dpt sharing di email pribadi maulana0502@gmail.com atau profil sy dpt dilihat di facebook..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s