Tempat-tempat Menyeramkan

by -49 Views
Illustarsi dibuat di Adobe Firefly
banner 468x60

Di setiap daerah punya tempat-tempat yang menyeramkan beraroma mistis dan ada pula yang tempat yang pamali.

Pada tahun 1985 hingga pertengahan tahun 90-an, di SP 1 ada beberapa tempat yang ada sesuatu-nya. Setiap kali lewat di area itu terkadang mencium aroma wangi dan merinding (bulu-bulu badiri).

banner 336x280

Ada empat tempat yang malam hari biasa tempat nongkrong makluk halus.

Pertama, Jembatan Pasar Minggu.

Sungai Pasar Minggu dulu sangat jernih dan lebar, ketika kita mandi disitu badan terasa segar, airnya dingin menyejukkan, seperti Sungai Mayon atau Sungai Iwaka saat ini.

Sungai Pasar Minggu dulu kami sebut sungai perempatan, karena belum ada Kompleks Pasar Minggu. Sungai itu jadi favorit untuk berenang atau mandi-mandi bagi anak-anak SD Inpres Timika 1. Selepas pulang sekolah sebelum ke rumah, terlebih dahulu mampir untuk mandi-mandi di sungai.

Jembatan perempatan dulu (kini Pasar Minggu) terbuat dari gelondongan kayu besi besar yang direbahkan dan diatasnya diberi papan kayu besi, kemudian sisi kiri dan kanan diberi pagar.

Di siang hari, pagar jembatan itu tempat kita berdiri untuk melompat ke sungai. Namun pada malam hari, hanya satu orang/makluk yang berani duduk disitu sambil mengayun-ayunkan kakinya.

Perawakannya tinggi, berambut panjang dan menggunakan baju putih. Terkadang Ia berdiri, terkadang duduk di pagar dengan wajah tertunduk ditutupi rambut panjangnya.

Kedua, Pohon Beringin di Jalur Selatan

Pohon beringin itu terletak di jalur selatan, kini sudah tumbang dan dipenuhi bangunan rumah. Dulu pohonnya terletak di jalur selatan, kalau sekarang kira-kira posisinya di seberang jalan depan SMK Kesehatan.

Kalau melitas di depan jalan itu, merinding di belakang leher. Saya jika lewat disitu selalu berlari lurus kedepan. Diatas pohon beringin itu, dari kejauhan akan terlihat seperti mata merah yang menyala.

Ketiga, Pohon Matoa Dekat Jembatan

Berjarak sekitar 200 meter dari pohon beringin, ada sebuah jembatan, disisi kiri ada pohon matoa besar. Di bawah pohon itu, terkadang ada yang duduk dan aromanya sangat wangi.

Yah, seperti biasa jika lewat disitu harus berlari, kemudian berjalan dan ketika dekat pohon beringin, mulai lari lagi. Ini akibat panakut pu kerja.

Keempat, jalan di depan Jalan Garuda

Ada sebuah jalan yang menghubungkan jalur 2 ke jalur satu. Jalan itu berhadapan dengan Jalan Garuda. Sampai sekarang saya belum tahu nama jalan itu.

Dulu kalau lewat jalan itu, kita akan mencium aroma yang berbeda-beda. Kadang bau nasi goreng, kadang aroma bunga. Kadang seperti ada yang bersuit-suit memanggil.

Kalau ada gangguan seperti itu, tak perlu menoleh atau mencari-cari. Fokus saja pada BERLARI!

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.